Pembangunan Hotel Bintang Lima Di Likupang Tunjang Pariwisata
kawanuasatu.com (Minut)-- Pembangunan hotel dan resor berstandar internasional bintang lima di Likupang Tunjang Pariwisata daerah.
Bupati Minut Dr Joune J E Ganda SE MAP MM MSi,, Minggu mengatakan, Kehadiran Shangri-La Manado di Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Tanah Tonsea.
"Ini merupakan hal membanggakan bagi kita di Minahasa Utara. Shangri-La adalah international chain hotel yang tidak mudah masuk ke suatu daerah apabila daerah tersebut dinilai tidak memiliki kelayakan untuk pembangunan hotel," ujar Bupati saat menghadiri Groundbreaking Ceremony Shangri-La Manado di Desa Budo Jaga IV.
Bupati mengatakan, rencana menghadirkan hotel bintang lima dengan konsep resor dan vila tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh salah satu pemegang saham, Yulisa Baramuli, yang bersama Ilham turut berperan dalam menghadirkan investasi tersebut.
Bupati menilai, kehadiran jaringan hotel internasional tersebut menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor terhadap potensi Minahasa Utara. Selain meningkatkan nilai daerah, investasi ini diharapkan semakin memperkenalkan Minut ke pasar internasional.
Joune menegaskan, pembangunan Shangri-La Manado memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata. Fasilitas resor berstandar internasional itu diharapkan mampu menarik wisatawan, khususnya dari segmen menengah ke atas (middle-up).
Menurutnya, bertambahnya fasilitas akomodasi berkualitas akan memperkuat daya dukung pariwisata Minahasa Utara, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
"Pasti ada relevansinya dengan pariwisata. Hotel ini diharapkan dapat melayani dan menunjang sektor pariwisata, sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Minahasa Utara," jelasnya.
Di sisi lain, Bupati Joune Ganda menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik hotel, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah dan masyarakat.
Menurut Bupati, masyarakat lokal harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang tercipta melalui investasi pariwisata. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh pengelola usaha, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, lanjutnya, berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif agar proyek tersebut dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Yulisa Baramuli selaku salah satu pemegang saham mengungkapkan, pembangunan Shangri-La Manado berangkat dari keinginan untuk ikut membangun daerah sekaligus mendorong kemajuan pariwisata Minahasa Utara.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur dan fasilitas penunjang, termasuk pemberdayaan UMKM, pengelolaan sampah, jaringan internet serta pasokan listrik.
Julisa juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan kawasan yang tertata.(MRT)




