KPUD Minut Gelar FGD Bersama Insan Pers
Manado (ksc) --Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Utara gelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Pilkada 2020 lalu bersama insan pers yang meliput di wilayah setempat, berlangsung di Convention hall Grand Kawanua Manado, Kamis.
FGD yang di ptakarsai KPU Minut menghadirkan lima pembicara yakni Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy, SH, MH, Ketua PWI Sulut Drs.Voucke Lontaan, Ketua AJI Sulut Lynvia Gunde, Ketua IJTI Sulut Amanda Komaling dan Pemerhati Madia di Sulut Raymond Mudami.
“KPU Minut saat ini berhasil melaksanakan seluruh tahapan Pilkada 2020, bahkan capaian tingkat partisipasi masyarakat melampaui target dengan lebih dari 80 pèrsen, yang mana Minahasa Utara adalah tertinggi dari daerah di Sulut pada saat ini," ujar Ketua KPU Minahasa Utara Hendra Lumanauw.
Lumanauw mengatakan, KPU Minut menyaring semua informasi yang diberitakan termasuk informasi dan laporan masyarakat sebagai evaluasi usai pelaksanaan tahapan pilkada.
"Dengan berakhirnya penyelenggaraan Pilkada Minahasa Utara merupakan sebuah keberhasilan. Hal ini juga berkat kerja tim sukses masing-masing calon juga merupakan peran pers sebagai pilar ke Empat. Untuk tahapan pengadaan dan pendistribusian logistik Pilkada juga tidak bermasalah sebab dilaksanakan sesuai dengan aturan,” ujar Lumanauw.
Dia mengatakan, seperti diketahui bersama, perolehan suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati di kabupaten Minahasa Utara (Minut) telah disahkan dengan ditandai proses pelantikan Joune Ganda dan Kevin Wiliam Lotulung (JG-KWl) sebagai bupati dan wakil bupati.
"Meski demikian, ini bukan merupakan akhir dari kerja dengan rangkaian tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Minut dalam melaksanakan tahapan pilkada, karena setelah ini ada beberapa kegiatan evaluasi yang sementara dilakukan KPU Minut, juga tahapan oemuktahiran data untuk tahap selanjutnya," ujarnya.
Sementara FGD yang menghadirkan lima panelis untuk memberikan pencerahan bagi peserta, diantaranya Ketua AJI Sulut Lynvia Gunde dalam materinya menyampaikan soal karya jurnalistik sesuai peran dan fungsi pers sebelum disampaikan kepada publik dimana semuanya harus sesuai proses, apalagi akan dimuat lewat media sosial.
Kemudian wartawan senior Sulut, Reymoond Mudami dalam materinya mengangkat soal peran pilkada di Bumi Klabat. Rencananya, kajian yang dirangkum terhadap peran adat dan budaya di bumi Klabat ini akan dibuatkan buku sebab memiliki keunikan yang mampu menjadikan le khawatiran terjadap.pluralisme di Minut yang berpotensi konflik.
Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy dalam materinya mengangkat soal pengawasan logistik dan peraturan pilkada. Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan pun dalam materi menjelaskan soal kode etik jurnalis dalam setiap pemberitaan dan undang-undang pers serta juga menyangkut keterlibatan pers menjadi tim sukses pasangan calon.
Kemudian Ketua IJTI Sulut Amanda Komaling, memberikan penceraham seputar tugas-tugas jurnalistik yang rawan dalam pelaporan ke kepolisian ketika terjadi komplain sebab wartawan itu sendiri tidak melaksanakan 11 butir kode etik pers.
Hadir mendampingi Ketua KPU Minut yaitu komisioner KPU Minut Dikson Lahope, kesempatan itu menambahkan, peranan wartawan juga memberi andil ketika mengawasi pelaksanaan Pilkada melalui pemberitaan sebagai informasi kepada masyarakat, termasuk pengawasan terhadap logistik.(MRT)
