Dharma Wanita Persatuan Minut Gelar Lomba Masak Tinutuan
kawanuasatu.com (Minut)-- Pengurus dan anggota dharma wanita persatuan yang ada di seluruh dinas badan dan dari Kejaksaan serta dari Polres Minahasa Utara ikut serta mengikuti lomba masak tradisional Sulawesi Utara yaitu tinutuan, dalam rangka menyambut HUT Minut yang dibuka oleh Sekretaris daerah Novly Wowiling, berlangsung di Pendopo kantor bupati, Jumat
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini pak Bupati SE MAP MSI dan pak wakil bupati SH Mhk menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas kegiatan lomba pada saat ini, di mana lomba ini mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang ada di Sulawesi Utara, secara khusus tentu yang ada di Minahasa Utara, itulah masakan tinutuan atau dalam bahasa lain yang dikenal oleh dunia luar disebut sebagai bubur manado," ujar Sekda.
Sekda Novly mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kita memperingati Kabupaten Minahasa Utara yang ke-20.
"Hadirin yang berbahagia pembentukan Kabupaten Minahasa Utara dihiasi dengan beragam cerita penuh historical dan spektakuler yang akhirnya melalui suatu perjuangan dan kerja keras serta atas berkat anugerah Tuhan yang maha kuasa lahirlah undang-undang nomor 33 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Minahasa Utara yang ada bagian dari Provinsi Sulawesi Utara dan diresmikan oleh menteri dalam negeri republik Indonesia atas nama Presiden republik Indonesia pada tanggal 7 Januari 2004," kata Wowiling.
Minahasa Utara kata Sekda, dengan keragaman potensi yang ada merupakan modal dasar bagi pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa Utara secara khusus melalui lomba memasak tinutuan hari ini yang sudah dipersiapkan dengan baik.
"Maka ini juga tidak lepas daripada kita merayakan HUT yang ke-20 dengan nilai dan semangat serta kita tetap menjaga memelihara budaya lokal kita melalui masakan lokal yang sudah sangat terkenal itulah tinutuan. Sejarah dengan tidak sengaja pada awalnya tinutuan tercipta karena keadaan ekonomi masyarakat yang buruk masyarakat ada di kondisi tak sanggup membeli daging sehingga menjadikan sayur-sayuran di sekitar rumah sebagai pilihan makanan termurah," kata Sekda dalam sambutannya.
Sayur-sayuran tersebut kata Sekda kemudian dicampurkan dengan beras dan jadilah tinutuan memiliki arti filosofi yang berhubungan dengan kehidupan manusia yaitu slogan toorang semua saudara menjadi satu dan saling toleransi di filosofikan seperti tinutuan yang terdiri dari berbagai macam sayuran yang berbeda namun membentuk satu kesatuan rasa yang lezat dan menyehatkan.
"Lomba-lomba menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan kita sebagai satu kesatuan bangsa oleh karena itu saya berharap filosofi dari mana walaupun Kabupaten Minahasa Utara terdiri dari berbagai macam suku ras budaya hendaknya menjadi satu dan menjunjung tinggi rasa toleransi di antara kita semua. Sekali lagi mari kita nikmati momen berharga ini dengan penuh kebersamaan semangat dan kegembiraan," ujar Sekda berharap.
Adapun Juri lomba masak tinutuan dari 59 peserta yaitu ibu Joefita Supit, ibu Femmy Pangkerego dan ibu Christin Wowiling Lombogia
Lomba masak ini pun dihadiri Ketua Panitia Umbase Mayuntu, Koordinator panitia lomba Hanny Tambani, juga para Asisten Pemkab Minut dan para pimpinan satuan kerja perangkat daerah.(MRT)




