Bupati Tinjau Longsor Talawaan Berdampak Terhambatnya Pertanian
kawanuasatu.com (Minut)-- Bupati Minahasa Utara Joune Ganda tinjau lokasi akibat tanah longsor di desa Talawaan Kecamatan Talawaan, Jumat (19/7), karena bencana tersebut telah berdampak terhambatnya kegiatan pertanian.
Atas dampak itulah Bupati perintahkan jajarannya Gercep (Gerak Cepat) atasi berbagai kebutuhan penanggulangan bencana longsor.
"Melihat kondisi yang ada, maka langkah awal akan disiapkan pompa air untuk disalurkan ke irigasi, sebagai langkah kongkrit atasi dampak," ujar Bupati Joune Ganda memberi opsi jalan keluar mengatasi persoalan.
Situasi yang terjadi itu pun, langkah cepat atau jangka pendek kata Bupati adalah memompah air dari sungai ke saluran irigasi, sehingga para petani atau peternak ikan dapat mendapatkan air.
"Untuk itu Pemkab Minut melalui dinas PUPR menyiapkan pompa air sebagai langka cepat tanggap darurat dan kedepan akan dikoordinasikan dengan balai sungai dan Pemprov Sulut," ujar Bupati.
Bupati pun menginstruksikan kepada jajaran Pemkab Minut atau dinas terkait, untuk gerak cepat mengatasi dampak tanah longsor agar kebutuhan air bagi perikanan dan pertanian dapat pulih kembali secara normal.
Untuk percepatan penanganan dampak tanah longsor itu, pemkab Minut didukung oleh anggota TNI dan Polri serta masyarakat setempat secara bergotong royong.
Tampak Anggota DPRD dari Dapil Talawaan, Dimembe dan Likupang Selatan Chris Yodi Longdong hadir sekaligus mendukung gerakan Pemkab Minut mengatasi bencana secara cepat.
Peninjauan lokasi tanah longsor oleh Bupati Joune Ganda turut didampingi juga sejumlah pejabat Pemkab Minut, diantaranya Kadis PUPR, Kaban BNPP, Camat Talawaan selaku pemerintah terkait dan Kumtua desa Telawaan
Diketahui musibah tanah longsor akibat hujan deras awal pekan lalu mengakibatkan air sungai yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan pertanian dan perikanan terhambat akibat material tanah longsor.(MRT)
