Warga Paniki Atas "Serbu" TNI Dalam Gelaran Pasar Murah
kawanuasatu.com (Minut)-- Warga Paniki Atas Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara, "serbu" rombongan TNI dalam gelaran pasar murah, yang berlangsung, Jumat.
Tak pelak, ratusan warga Paniki atas gerak cepat langsung menghabiskan berbagai bahan kebutuhan pokok yang dijual murah TNI bekerjasama perum Bulog.
“Ini bukan kegiatan seremonial. Kita ingin masyarakat langsung merasakan dampak dari kehadiran TNI di tengah-tengah mereka, terutama dalam hal kebutuhan pangan,” ujar Komandan Rayon Militer (Danramil) 1310-04 Dimembe, Lettu Infanteri Stenly Andaria.
Danramil DimembebAndaria mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk konkret TNI dalam merespons situasi lapangan, bukan hanya sekadar peringatan ulang tahun semata.
Hanya dalam waktu kurang empat jam, seluruh stok beras seberat total 2 ton itu ludes diserbu pembeli. Sebagian besar warga mengaku sudah lama menantikan kegiatan seperti ini di tengah kelangkaan dan mahalnya harga beras di pasaran lokal.
Sebanyak 400 karung beras medium dijual hanya Rp58.000 per karung dalam kegiatan pasar murah.
Meski awalnya diperkirakan akan berlangsung hingga siang, kegiatan dihentikan lebih awal karena stok beras langsung habis.
Banyak warga yang berharap pasar murah seperti ini bisa dilaksanakan lebih rutin dan menyentuh desa-desa lain di Minahasa Utara
“Biasanya harga beras di pasar bisa tembus Rp75 ribu bahkan lebih. Kalau begini terus, rakyat bisa hidup lebih tenang,” ujar seorang ibu rumah tangga yang rela mengantre sejak pukul 06.00 pagi.(MRT)
