Bupati Minut Bangun Komunikasi Jaringan Diaspora Pengembangan Daerah
kawanuasatu.com (Minut)-- Bupati Minahasa Utara Dr Joune Ganda, SE MAP MM Msi, bangun komunikasi lintas sektoral khususnya jaringan Diaspora Global, dalam rangka tukar informasi membangun daerah.
Langkah Bupati Minut, patut di apresiasi karena terus menunjukkan komitmenya melakukan upaya strategis dan nyata dalam mempercepat transformasi desa berbasis digital yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, hingga melaksanakan pertemuan virtual bersama jaringan Diaspora, Jumat.
"Pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan," ujar Bupati dalam diskusi.
Kesempatan itu, Bupati mengatakan, Minahasa Utara merupakan salah satu daerah yang cukup progresif dalam pengembangan sistem informasi desa dan digitalisasi. Namun demikian, berbagai tantangan di lapangan masih menjadi kendala utama.
Menurut Bupati, keterbatasan infrastruktur seperti jaringan internet yang lemah dan akses listrik yang belum sepenuhnya stabil di beberapa wilayah desa menjadi hambatan nyata dalam implementasi digitalisasi.
“Desa-desa yang sedang kita kembangkan menjadi desa mandiri masih menghadapi persoalan jaringan internet dan listrik yang belum 24 jam. Ini menjadi tantangan yang tidak bisa kita atasi sendiri,” ujar Bupati menjelaskan.
Selain infrastruktur, Bupati juga menyoroti persoalan sumber daya manusia di desa yang masih terbatas. Pergantian sistem atau aplikasi yang terlalu sering, menurutnya, justru dapat membingungkan aparat desa dalam menjalankan program digitalisasi.
Dari sisi itulah Bupati menekankan pentingnya pemilihan sistem yang tepat, berkelanjutan, dan memiliki umur ekonomis panjang.
Bupati mengingatkan, agar setiap langkah digitalisasi tetap selaras dengan program pemerintah pusat, seperti integrasi data dalam kebijakan Satu Data Indonesia.
“Kita harus memastikan sistem yang kita pilih tidak sering berganti, sehingga desa bisa beradaptasi dengan baik. Selain itu, harus sejalan dengan program pemerintah pusat terkait integrasi data,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, Bupati melihat peluang besar dari keterlibatan diaspora dalam membuka akses pasar internasional bagi produk-produk desa. Dia optimistis kolaborasi ini dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat desa.
“Dengan adanya diaspora dan sistem yang terintegrasi, masyarakat desa bisa lebih mudah mengangkat potensi lokal hingga menembus pasar global,” katanya.
Bupati berharap, adanya pendampingan dari diaspora dalam hal pengelolaan sumber daya, peningkatan kualitas produk, hingga standarisasi internasional, sehingga hasil desa memiliki daya saing global.
“Terima kasih kepada seluruh tim diaspora yang sudah meluangkan waktu untuk bertukar pikiran, sharing sekaligus memikirkan bagaimana kita bisa membangun dari desa,” ujar Bupati bangga.
Kegiatan yang digelar melalui zoom meeting ini merupakan bagian dari pembahasan kerja sama antara Indonesian Diaspora Network Global dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terkait program digitalisasi desa.
Forum ini juga menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah daerah, akademisi, serta diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Ginanjjar Ashari dari OpenDesa, Julianti dari ADN Global, Hila Kopong (Diaspora Australia), Natalia Wijaya (Diaspora Jerman), Jeffrey Liando (Diaspora Amerika), serta akademisi dari Universitas Sam Ratulangi.
Hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara seperti Asisten I, Kepala Bappeda, Inspektur, Kominfo, dan Kabag Pemerintahan.(MRT)
