Minahasa Utara

Inflasi Minut Mengalami Pergerakan Positif

Tanggal: . Kategori Minut

kawanuasatu.com (Minut)-- Berdasarkan data Bagian Perekonomian dan SDA, inflasi daerah Minahasa Utara, mengalami pergerakan positif bulanan (month-to-month) atau periode April 2026 lalu naik sebesar 0,94 persen dibandingkan Maret 2026.

Asisten Dua Pemkab Minut, Robby Parengkuan, Selasa mengatakan, kenaikan inflasi selama periode April 2026, berasal dari sektor makanan, minuman dan tembakau, dimana melonjak hingga 2,15 persen. 

"Kelompok ini memberikan pengaruh paling signifikan terhadap angka inflasi umum di Minahasa Utara," ujar Asisten Dua.

Meskipun angka ini tergolong rendah di tingkat nasional, kenaikan harga komoditas pangan tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah..

Sebaliknya, tekanan inflasi sedikit teredam berkat adanya deflasi pada kategori jasa lainnya dan perawatan pribadi.

"Secara rinci, tomat menjadi “aktor utama” penyumbang kenaikan harga tertinggi. Selain itu, minyak goreng dan bawang merah juga tercatat mengalami kenaikan harga yang turut mengerek angka inflasi," ujar Parengkuan menjelaskan.

Parengkuan mengatakan, masyarakat mendapat sedikit angin segar karena beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, di antaranya ikan deho, ikan selar, serta emas perhiasan.

Selanjutnya di akhir April, harga cabai dan bawang juga dilaporkan mulai melandai seiring dengan lancarnya distribusi pasokan ke pasar-pasar tradisional.

Ditengah fluktuasi harga ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Minahasa Utara bergerak cepat. Serangkaian program telah disiapkan, mulai dari penyelenggaraan pasar murah, pemantauan harga pasar setiap hari, hingga pengawasan ketat pada rantai distribusi logistik.

Pemerintah juga gencar mendorong gerakan panen bersama untuk memperkuat produksi pertanian dari dalam daerah sendiri.

"Nilai inflasi tersebut, pesan dari pak Bupati menjadi prioritas pengendalian harga ini," ujar Parengkuan.

Selain itu kata Parengkuan, fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga daya beli warga. 

"Bupati telah menginstruksikan agar ketersediaan pangan tetap terjamin melalui operasi pasar yang berkelanjutan serta penguatan stok pangan lokal agar kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujar Robby yang juga menjabat Plh Kadis Kominfo Minut.

Ia menambahkan, kebijakan yang diambil didasarkan pada data harian yang akurat. Dengan pantauan tersebut, pemerintah dapat segera melakukan intervensi jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan. 

"Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi Minahasa Utara pada bulan-bulan mendatang," demikian Parengkuan.(MRT)

Share