Pemkab Minut Tunjang Program PT PCPM Gerakkan Ekonomi
kawanuasatu.com (Minut)-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara tunjang program yang dilakukan PT Prisma Corpora Pinaesaan Matuari (PCPM) melalui peluncuran program kepemilikan saham Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta inisiasi digitalisasi di sektor agraris, dinilai mampu gerakkan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Minut, Richard J.H. Dondokambey, SSTP, MAP, Rabu, mengatakan, kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan PT PCPM demi mengakselerasi perekonomian wilayah.
”Kehadiran program ini menjadi peluang investasi yang sangat baik dalam membangun ekosistem bisnis daerah," ujar Kadis.
Kadis Icad sapaan akrabnya mengatakan, Pemkab Minahasa Utara dibawah pimpinan Bupati Dr Joune J E Ganda SE MAP MM MSi berkomitmen untuk responsif menangkap peluang kerja sama ini, karena sasarannya jelas, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
"Rekam jejak kemitraan dengan lembaga keuangan lokal termasuk jaringan PT PCPM selama ini telah teruji dalam menopang eksistensi pelaku UMKM serta menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput," ujar Dondokambey.
Diketahui, PT Prisma Corpora Pinaesaan Matuari (PCPM) tengah menggalakkan peluncuran program kepemilikan saham Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta inisiasi digitalisasi di sektor agraris.
Terobosan yang mengusung tema “Minut Bangkit Bersama Kita Bisa” tersebut diperkenalkan secara resmi dalam sebuah agenda gathering.
Program ini diproyeksikan menjadi jembatan bagi warga lokal agar dapat terlibat langsung sebagai pemegang modal di industri perbankan daerah.
Wakil Direktur sekaligus Direktur Pengembangan Bisnis dan Jaringan PCPM, Dr. James Ch. James Salibana, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menggeser paradigma lama masyarakat dalam berinvestasi.
Dia mengatakan, melalui skema penyertaan modal yang inklusif mulai dari Rp5 juta hingga Rp100 juta dana yang dihimpun bakal dikelola secara profesional untuk kepemilikan saham di BPR yang terafiliasi.
”Edukasi mengenai instrumen investasi jangka panjang menjadi fokus kami. Jika deposito konvensional umumnya memberikan timbal balik di kisaran 5 hingga 7 persen, instrumen saham di BPR menawarkan potensi Return of Equity (ROE) yang jauh lebih kompetitif, yakni mencapai 32 hingga 40 persen,” ujar James.
Guna memberikan rasa aman bagi para investor, PT PCPM menerapkan sistem proteksi dividen yang rigid. Perusahaan berkomitmen memberikan imbal hasil minimal 10 persen apabila realisasi dividen berada di bawah angka tersebut. Namun, jika kinerja BPR melesat dan menghasilkan dividen hingga 20 atau 30 persen, keuntungan akan dibagikan secara proporsional sesuai realisasi yang berjalan.
Tak hanya itu, mitigasi risiko juga diperkuat dengan adanya fasilitas buyback (pembelian kembali) modal plus bunga 10 persen bagi investor yang ingin menarik dananya sewaktu-waktu. Dari sisi legalitas, keamanan dana nasabah dijamin melalui mekanisme personal guarantee (jaminan pribadi) yang mengikat secara hukum dengan jaminan aset korporasi.
Garap Sektor Riil Lewat Pembukaan Lahan Tidur Selain fokus pada sektor keuangan, PT PCPM juga bersiap melakukan ekspansi ke sektor riil melalui program corporate farming. Inovasi ini membidik pemanfaatan lahan-lahan tidur di wilayah Minahasa Utara untuk dikonversi menjadi kawasan pertanian hortikultura dan tanaman pangan berbasis teknologi modern.
”Potensi lahan produktif di Minut sangat besar namun belum tergarap secara optimal. Melalui corporate farming, kami membawa sistem mekanisasi dan modernisasi pertanian, mulai dari standarisasi media tanam hingga penyediaan alat berat seperti traktor yang kini telah disiagakan di kantor cabang Airmadidi,” ujar James.(MRT)
