Lomba MTQ Nasional Di Minut Ketuanya Non Muslim
kawanuasatu.com (Minut)-- Lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di kabupaten Minahasa Utara pada 6 Juli 2026 sampai 10 Juli 2026 di Ketuai Asisten Satu Umbase Mayuntu yang notabene seorang non muslim.
"Ini memang barangkali pertama kali di Sulawesi Utara, dimana penanggungjawab kegiatan adalah pak Bupati dan kemudian pak Bupati waktu audiensi menunjuk panitia kecil pelaksanaan MTQ di Minahasa Utara Ketua Panitianya Asisten Satu," ujar Umbase Mayuntu, Senin.
Mayuntu mengatakan, penunjukan Ketua Panitia Kecil tersebut sebagai bentuk kolaborasi baik menyangkut umat beragama yang terjalin di kabupaten Minahasa Utara.
"Nantinya juga, pak bupati akan menjadi salah satu pembicara dalam ajang lomba MTQ Nasional yang berlangsung di Minahasa Utara. Perlu diketahui, waktu kongres di negara Maroko akhir pekan lalu, pak bupati memaparkan tentang moderasi umat beragama dan kemungkinan besar pada MTQ ini pak bupati kembali akan memberikan materi itu," ujar Mayuntu bangga.
Terkait persiapan panitia lomba MTQ Nasional di Minut, Mayuntu mengatakan, untuk panitia kecil pihaknya sudah melakukan pertemuan tiga kali dan pertemuan final akan diselenggarakan pada Rabu 1 Juli 2026.
"Nanti pada pertemuan final yang akan melibatkan keseluruhan panitia, nantinya akan ada pembagian tugas terkait delapan kegiatan lomba MTQ," ujar Mayuntu.
Sementara Kepala Seksi Binmas dan Pendidikan Kemenag Minut, Abdul Mafahir D mengatakan, untuk pelaksanaan lomba MTQ tingkat nasional nanti, akan dihadiri sekitar 500 orang.
"Perkiraan peserta ada sekitar 500 orang dengan lomba terdiri dari delapan cabang yang kemudian delapan lokasi titik lomba. Untuk pembukaan pada 6 Juli 2026 dan penutupan pada 10 Juli 2026," ujar Abdul Mafahir.
Dia mengatakan, pembukaan pendaftaran lomba MTQ akan dibuka mulai 5 Juli 2026 dengan pesertanya mulai anak - anak, remaja, dewasa.
"Jadi pada lomba MTQ nanti, ada lomba kaligrafi yang nantinya dipertandingkan lima cabang, kemudian cerdas cermat Al-Qur'an dan Sahril Alquran," ujar Mafahir.(MRT)
