Banyak Pejabat Di Minut Berurusan Dengan Aparat Hukum
Minahasa Utara (ksc) -- Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengatakan banyak pejabat di lingkup pemerintah setempat berurusan dengan aparat hukum terkait penyalahgunaan anggaran.
"Kita harus akui bahwa kita sedang menghadapi masalah-masalah di pemerintahan sebelum saya masuk sebagai Bupati, ada banyak pejabat kadis maupun kaban dipanggil kepolisian juga kejaksaan untuk pemeriksaan," ujar Bupati Joune Ganda, Selasa.
Bupati mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati saat ini terus berupaya memulihkan sistem penerintahan yang masih amburadul, baik itu kebersihan sampai tata pengelolaan anggaran.
"Masih ada yang belum kita bereskan, jadi banyak hal secara internal yang masih harus kita benahi, akan tetapi yang paling penting peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ujar Ganda.
Bupati dan Wakil Bupati kata Ganda, terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Terutama pelayanan di kantor catatan sipil, kita akan mulai akselerasi bagi setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan KTP, kemudian aktr kematian dan sebagainya," ujar Ganda menjelaskan.
Pun demikian kata Bupati, dia berharap masyarakat terus memantau setiap perkembangan yang ada di pemerintahan, baik di tingkat desa maupun kecamatan hingga kabupaten.
"Tingkat pelayanan kepada masyarakat adalah yang utama. Sebenarnya kami juga mau sampaikan kepada masyarakat, bilamana tidak ada lagi para pejabat yang pelat merahnya diganti plat hitam," katanya.
Di masa kepemimpinannya kata Bupati, pihaknya akan terus sosialisasikan kepada masyarakat dimana pemerintah sekarang ini betul-betul tidak ada kepentingan kepentingan pribadi maupun golongan.
"Sekali lagi saya menyatakan bahwa setiap program maupun kegiatan yang ada hubungannya dengan pemerintahan, tidak ada kepentingan baik itu jabatan dinas sampai pada jabatan sekolah maupun jabatan kelurahan maupun desa. Jadi kami benar-benar mengutamakan kinerja yang maksimal. Siapa yang bekerja baik pasti kami rangkul untuk menunjang program pemerintah, tapi sebaliknya, saya minta maaf dan kami anggap tidak mampu untuk bekerjasama untuk pemerintahan maupun kemajuan daerah," katanya.
Bupati menyarankan kepada semua ASN bekerja maksimal dan tunjukkan kinerja baik agar mendapat hasil, sehingga kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.
"Tidak usah takut, kinerja itu kan yang kami dan masyarakat lihat, kalau tahun ini mungkin kurang berprestasi, maka paculah kinerja dan berprestasi, dengan demikian pasti mendapatkan jabatan yang baik. Sebenarnya jabatan itu dari diri kita sendiri, kalau bekerja dengan baik juga prestasi, pastinya mendapat jabatan baik," ujar bupati menyarankan.
Sebagai manusia kata Bupati, tidak ada seorang pun luput dari kesalahan, namun demikian dari kesalahan itu mendapat pembelajaran agar kedepan bisa bekerja lebih baik lagi.
"Soal kemanusiaan, oke kesalahan dalam hidup itu hal manusiawi, tidak ada yang sempurna, kesalahan-kesalahan juga sering terjadi dan kita juga bisa lihat contoh dimana kebijakan-kebijakan pemerintah pusat sekalipun banyak yang kurang, tapi itulah mengapa begitu karena ini kita bicara sosial politik kalau sosial itu bukan sekedar hitung menghitung satu tambah satu, tapi lebih kepada peran dalam mengambil kebijakan, sehingga setiap kebijakan-kebijakan itu mendapat respon baik dari masyarakat," ujarnya.
Semua yang filakukan kata Bupati, intinya selain berkoordinasi dan mencari informasi langsung dengan masyarakat, agar benar- benar keputusan yang diambil untuk kepentingan masyarakat.
"Kami berupaya, keputusan yang diambil tidak terjadi konflik dan pertimbangan yang kita utamakan adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat jangan terlalu melihat kepada internal di pemerintahan, tapi terpenting masyarakat terlayani lewat kebijakan-kebijakan yang diambil hari ini, besok dan disesuaikan dengan situasi situasi, demi peningkatan pelayanan juga kesejahteraan masyarakat," Demikian Bupati Minut Joune Ganda (MRT)
