Minahasa Utara

Aktivis Minut Kritisi Tiga Kandidat Calon Sekda, Kepala BKPP SDM : Selagi WNI Bisa Mencalonkan

Tanggal: . Kategori Minut

Minahasa Utara (ksc) -- Aktivis Minahasa Utara (Minut) William Luntungan, kritisi panitia seleksi terkait tiga kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) setempat yang notabene sudah mengetahui wilayah teritorial, bukan hanya formalitas.

Luntungan, Jumat mengatakan, tiga kandidat calon Sekda Minut diantaranya Didi Wolayan, Hanny Tambani dan Yosi Kawengian, merupakan aset Minahasa Utara yang berkualitas dan pintar serta mampu bekerjasama menjalankan roda pemerintahan bersama bupati dan Wakil bupati.

"Saya yakin diantara tiga kandidat calon Sekda tersebut sangat baik dan mengetahui situasi dan kondisi Minahasa Utara bahkan mampu membantu bupati dan wakil bupati," ujar Luntungan.

Sebut saja Didi Wolajan kata Luntungan, dia pernah mejabat Sekda Minut bahkan karir dan jabatannya di pemerintahan, sangat baik dimulai dari bawah, sehingga sudah sangat mengenal keadaan daerah.

Begitu pun Hanny Tambani kata Luntungan, dengan kemapanan sebagai aparatur sipil negara, dia juga memulai karir dari bawah sehingga mengenal wilayah Minahasa Utara.

Pun demikian Yosi Kawengian kata Luntungan, pengalaman yang pernah menjadikan Kota Bitung secara berturut-turut meraih Adipura dan ketika di Minahasa Utara begitu komplit memajukan Minahasa Utara lewat jabatan yang dipercayakannya, sehingga sangat layak untuk membantu bupati dan wakil bupati.

"Jadi, saya rasa kesempatan ini kiranya panitia seleksi selektif dalam melaksanakan tanggungjawab, dimana mampu menempatkan salah satu diantara tiga kandidat tersebut yang lebih mengenal Minahasa Utara secara umum untuk diorbitkan sebagai Sekda Minut," ujar Luntungan menegaskan.

Berbagai kalangan di Minahasa Utara menilai, ketika tiga kandidat tersebut ingin berkompetisi tapi hanyalah formalitas belaka untuk mengikuti seleksi Sekda.

Berbagai kalangan pun tak ayal curiga ketika calon Sekda sudah ada titipan dan seakan tiga calon Sekda tersebut hanya formalitas.

Hal itu pun dibuktikan semenjak beberapa kali, dimana jabatan Sekda selalu dari pemerintah provinsi.

"Sudah ada beberapa kasus untuk jabatan Sekda Minut, selalu saja dari provinsi bahkan setiap calon Sekda dari pemerintahan kabupaten yang mengikuti seleksi, terpental begitu saja. Jadi saya harap tiga kandidat calon Sekda memang benar - benar menguasai Minahasa Utara. Dan saya rasa tidak ada titipan untuk seleksi kali ini," demikian Wiliam Luntungan Aktivis Minahasa Utara.

Menanggapi hal itu, Kepala BKPP-SDM Styvi Watupongoh mengatakan, siapa pun dia yang penting Warga Negar Indonesia, berhak mencalonkan Sekda Minut.

"Tidak ada aturan terkait harus dia harus warga Minut, tapi siapa pun boleh mencalonkan diri, soal siapa yang nantinya menjadi Sekda itu sudah melalui Panitia seleksi," ujar Watupongoh.(ksc)

Share