Relokasi Pasar Tradisional Airmadidi Sudah Masuk Tender
kawanuasatu.com (Minut)-- Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara Maximilian Tapada mengatakan, relokasi pasar tradisional Airmadidi sudah masuk tahapan tender.
"Untuk relokasi pasar sementara dalam proses, karena mengikuti tahapan kementrian PUPR juga dari Badan Prasarana dan Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Utara demikian penunjang lainnya," ujar Tapada, Jumat.
Tapada mengatakan, pemerintah Minahasa Utara sampai sat ini mengikuti tahapan gambar selanjutnya dinaikan tahapan tender.
"Oleh sebab itu ketika masuk di tahapan tender, nantinya relokasi akan segera dilaksanakan dan tidak lama lagi," ujar Kadis.
Kadis mengatakan, penetapan itu sementara berlangsung dan menunggu penyampaian kementrian PUPR dan BPPW.
"Kalau sudah naik pada proses pelelangan atau tender, selanjutnya tinggal menunggu komando untuk segera di relokasi pasar Airmadidi," kata Kadis Tapada.
Pembenahan pasar Airmadidi ini pun dilakukan demi kenyamanan para pedagang maupun pembeli nantinya, mengingat ada beberapa hal yang mesti dilakukan perbaikan pada banguna pasar dan itu pun karena permintaan dari bapak Presiden RI atas kunjungannya di pasar tradisional Airmadidi waktu lalu.
Renovasi pasar Airmadidi ini pun sudah dipertimbangkan baik oleh pemerintah pusat, provinsi bahkan pemerintah Minahasa Utara. Renovasi pasar tradisional Airmadidi ini pun tidak mengurangi aktivitas para pedagang nantinya. Hanya akan di relokasi selanjutnya akan kembali di pasar tersebut.
"Untuk relokasi pasar akan dialihkan pertama di terminal Airmadidi pada bangunan dan bagian belakang dan kedua di pasar Sukur yang biasanya dilaksanakan tiga hari akan dilaksanakan setiap hari, ketiga ada pasar kauditan dan pasar Dimembe. Jadi semua pedagang dan aktifitas pasar akan dialihkan ditempat tersebut," ujar Kadis Perdagangan.
Kepala Dinas mengatakan, nantinya sepanjang renovasi pasar Airmadidi dilakukan, tidak ada lagi aktivitas di pasar tersebut.
"Sepanjang pembangunan dilakukan, tidak ada lagi aktivitas karena dampaknya akan membahayakan pedagang mau pun pengunjung. Ketika ada aktivitas, petugas akan menertibkannya. Renovasi ini sudah dilakukan sosialisasi dan telah ditandatangani bersama oleh pihak - pihak berkompeten," ujar Kadis.(MRT)
