Kemkominfo Kunker Kawasan Ekonomi Parawisata Tinjau Pelatihan Bahasa Mandarin
Nasional (ksc) - Inspektur Jenderal Komunikasi dan Informatika, Doddy Setiadi dan Staf Ahli Menkominfo, Henry Subiakto beserta rombongan Kunjungan Kerja (Kunker) destinasi wisata superprioritas atau kawasan ekonomi parawisata, sekaligus tinjau pelatihan berbasis bahasa mandarin di Likupang Timur, Senin.
Kunker ini dalam rangka mendukung pembangunan destinasi wisata prioritas, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Layanan Umum BAKTI menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku industri wisata di daerah itu.
"Teknologi adalah perpanjangan tangan dari manusia yang memberikan kemudahan berkomunikasi walau jarak jauh. Jika kita memanfaatkan teknologi lebih optimal, maka pembelajaran akan menjadi lebih efektif," ujar Henry Subiakto, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika.
Hal ini kata Subiakto, dapat memudahkan manusia dalam berbagai aspek. Ketika anda menguasai teknologi, tidak hanya bahasa, anda juga dapat menjadi travel influencer untuk menunjukkan daerah pariwisata di Likupang yang menarik.
"Wisatawan pun semakin banyak yang akan datang. Untuk itu, kami datang ke sini untuk menegaskan komitmen memperkuat infrastruktur yang terkait dengan akses sinyal dan menumbuhkan ekosistem digital," ujar Subiakto dalam pemaparannya.
Lanjut dia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dihadapkan dengan tantangan signifikan dalam hal pendistribusian kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Ketimpangan akses terhadap pelatihan bahasa internasional berkualitas, ketersediaan trainer bahasa profesional yang terbatas, dan kurikulum pembelajaran bahasa yang tidak kontekstual dan relevan, menjadi faktor penghambat akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
"Oleh sebab itu Kominfo hadir sesuai dengan kompetensinya untuk membantu menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan masyarakat secara daring," katanya menjelaskan.
Begitu pun kata Subiakto, ditengah krisis pandemi Covid-19, mendorong kita untuk secepatnya membangun akses teknologi informasi dan komunikasi, terutama untuk proses pembelajaran jarak jauh, baik sekolah maupun pelatihan.
"Pelatihan di Likupang ini merupakan piloting pelatihan bahasa asing bagi para tour guide yang terkonsentrasi pada pembelajaran Bahasa Mandarin di Desa Marinsow, Likupang. Pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan Sulawesi Utara yang saat ini memiliki akses penerbangan untuk wisatawan Tiongkok langsung menuju ke Sulut. Jumlah peserta pelatihan Bahasa Mandarin melalui platform digital di desa Marinsow sebanyak 50 orang," ujarnya.
Dia pun menjelaskan, CAKAP (PT Cerdas Digital Nusantara) sebagai perusahaan digital yang menjadi penyedia akses belajar bahasa asing di Minhasa Utara, ini akan melakukan pendampingan selama tujuh bulan, melalui kegiatan pembelajaran jarak jauh. Adapun tujuan dari kegiatan piloting ini antara lain, Mencari model pendampingan pelatihan bahasa asing yaitu Bahasa Inggris atau Bahasa Mandarin yang sesuai untuk masyarakat/wilayah yang memiliki potensi untuk wisata. Kemudian Menumbuhkembangkan serta mengoptimalkan potensi masyarakat untuk memperkuat perekonomian wilayah/kawasan. Selanjutnya, Mengoptimalkan pemanfaatan penyediaan akses internet yang telah tersedia. Serta, Membangun ekosistem TIK di daerah yang sudah memiliki akses telekomunikasi memadai.
Selain di Desa Marinsow ini jelas Subiakto, kegiatan piloting Pelatihan dan Pendampingan Bahasa Asing Melalui Platform Digital kepada komunitas penggerak pariwisata, pelaku pariwisata seperti pemandu wisata, pengelola homestay, kelompok sadar wisata (pokdarwis), pengelola desa wisata juga diselenggarakan di 4 kabupaten lainnya yang memiliki potensi pariwisata. Bahasa asing yang diajarkan di 4 kabupaten lainnya tersebut, lebih terkonsentrasi pada Bahasa Inggris. Kabupaten tersebut antara lain, Manggarai Barat (NTT), Rote Ndao (NTT), Lombok Tengah (NTB) dan Toba Samosir (Sumatera Utara).
Sebagai catatan, selain pelatihan bahasa asing, BAKTI Kominfo juga membuka juga pelatihan pemasaran digital melalui platform digital bagi pelaku UMKM.
Setelah mendapatkan pelatihan bahasa asing ini diharapkan para pelaku pariwisata di desa destinasi wisata dapat menerima wisatawan asing dengan lebih percaya diri. Komunikasi yang terjalin baik ini diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas para pelaku pariwisata, dan kemudian mengembangkan perekonomian desa wisata.
TENTANG BAKTI yaitu Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI) merupakan Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertanggungjawab melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal Service Obligation (USO) dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika.
"BAKTI berupaya merealisasi Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Program BAKTI difokuskan untuk menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)," demikian Subiakto.
Hadir mewakili pemkab Minahasa Utara yaitu Assisten Dua, Allan Mingkid, Kadis Kominfo, Theodore Lumingkewas, Kadis Pariwisata dan Kabag Protokol dan Informasi, Cresto Palandi.(MRT)
