Bupati Minut Ajak Apkasi Kelola Sampah Di Daerah

Tanggal: . Kategori Nasional

kawanuasatu.com (Nasional)-- Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dalam sambutan di pertemuan bertajuk  Indonesia International Waste Treatment Technology ;Expo and Forum, mengajak Apkasi untuk berinovasi dalam pengelolaan sampah di masing - masing daerah.

"Apkasi, sebagai organisasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia tentu memiliki kewajiban moral dalam memfasilitasi pengelolaan sampah yang baik di daerah, mengingat, pengelolaan sampah merupakan urusan pemerintah daerah berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Daerah," ujar Bupati, di Jakarta Rabu.

Ketua Bidang Politik dan Keamanan Apkasi itu pun mengatakan, Apkasi bersama Kadin Indonesia bidang Pengembangan Otonomi Daerah, sejak awal tahun ini telah mempersiapkan even Indonesia International Waste Treatment Technology ;Expo and Forum.

"Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen kami untuk berkontribusi dalam penyusunan road map Pengelolaan Sampah Nasional. Kami berharap melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dapat menyusun kembali roadmap pengelolaan sampah dan berkomitmen untuk mengelola sampah melalui inovasi teknologi yang sudah berkembang," ujar Bupati.

Di pembukaan Indonesia International Waste Treatment Technology ;Expo and Forum, diaengatakan, saat ini telah banyak teknologi pengelolaan sampah yang dapat menjadi solusi bagaimana sampah diolah menjadi bahan baku yang produktif. 

"Sehingga pada akhirnya, penerapan sistem circular economydan dukungan teknologi pengelolaan sampah, pemerintah daerah akan mampu menciptakan peluang usaha yang berkesinambungan bagi masyarakat," ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati pun memaparkan, berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sepanjang tahun 2022 Indonesia menghasilkan timbunan sampah sebanyak 35,93 juta ton. 

Menurut Bupati, Jumlah tersebut naik 22,04% secara tahunan dari tahun 2021 dengan jumlah 29,44 juta ton Dari jumlah timbulan sampah tersebut, 62,49% diantaranya telah terkelola, sisanya, sebanyak 37,51% sampah yang belum terkelola sepanjang tahun 2022. 

Dia menyampaikan, bagi negara-negara maju, sampah sudah menjadi bagian penting dari sebuah industri pengelolaan dan pemanfaatan kembali. 

Namun sayangnya, tidak demikian dengan negara-negara berkembang, dimana masih mengalami kesulitan dalam penanganan permasalahan sampah. Anggaran pengelolaan sampah ditiap negara, menurut Bank Dunia, bisa mencapai 20-50 persen dari total biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan. 

Dia melanjutkan, anggaran yang cukup besar tersebut ternyata sebagian besar untuk pelatihan SDM dan pengembangan teknologi pengelolaan sampah. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia tentu akan berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan, mengingat semakin tinggi jumlah penduduk, semakin banyak jumlah sampah yang dihasilkan. 

Bupati mengatakan, di sebagian besar wilayah Indonesia, system pengelolaan sampah yang lazim dilakukan adalah sampah rumah tangga dan sumber lain diangkut ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). 

"Namun, kenyataannya TPA hanya menjadi Tempat Pembuangan Akhir. Jika hal tersebut tidak ada tindakan yang masif dan terstruktur, baik dari sisi anggaran maupun teknologi, maka akan terus terjadi bencana kebakaran di TPA sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa tempat," kata Bupati.

Dia akhir sambutan Bupati mengatakan, semoga kegiatan ini dapat benar-benar membantu daerah untuk memberikan pelayanan persampahan yang lebih baik kepada masyarakat.(Humas Kominfo Minut/MRT)

Share