Pengalaman pertama jadi navigator offroad wanita
Manado Racing Star - Pengalaman pertama bagi Azarya Montong wanita muda berusia 18 tahun terjun dilintasan offroad sebagai navigator ternyata sangatlah mengesankan.
Azarya biasa disapa Za itupun mengakui baru pertama kali mengikuti ajang offroad meskipun baru duduk sebagai sang navigator menemani salah satu pembalap dalam kejuaraan eksebisi offroad yang digelar di Manado pekan lalu.
Wanita yang kehidupan pribadinya tumbuh di Negara Singapura yang saat ini berdomisili di Tomohon itupun seakan rela meski diselimuti lumpur akibat lintasan basah dan penuh kubangan air serta berbatuan pada ajang offroad waktu itu.
Baginya, olahraga ekstrim itu membutuhkan nyali tinggi dan harus siap melintasi jalannya perlombaan.
Kecintaannya pada olahraga offroad kata Za, memiliki tantangan tersendiri, karena tidak banyak wanita memiliki keberanian untuk menggeluti olahraga itu apalagi yang sifatnya ekstrim.
Dia mengakui, tekadnya menjadi navigator wanita karena tidak mau hanya sebagai penonton dan menyaksikan jalannya lomba offroad saja.
"Apalagi hanya diam dirumah," ujar Alumni Kaplan Universitas Singapura pada jurusan managemen bisnis itu.
Kalaupun harus datang ke sirkuit dengan menggunakan pakaian minim dan menonton offroad, kata Za, lebih baik ikut saja meskipun sebagai navigator.
"Pasti akan ketagihan dan awalnya sebagai navigator bukan tidak mungkin kedepan akan menjadi seorang pembalap," kata Putri Kiki Montong seorang pengusaha sukses Sulawesi Utara.
Ketertarikan Azarya Montong pada dunia otomotif ternyata sudah berakar dan turun temurun dari sang ayah Kiki Montong yang menggeluti olahraga motocross/grasstrack.
"Kalau melihat dari hobi otomotif, sebenarnya timbul dari diri sendiri, karena saya dilahirkan dari keluarga yang menggeluti otomotif juga. Jadi bisa dikata sudah mendarah daging hobi olahraga otomotif apalagi yang sifatnya ekstrim," katanya.


Dia pun mengakui, pertama kali ditawarkan menjadi navigator awalnya sempat ragu, namun karena pergaulannya hampir sering dengan pembalap-pembalap offroad, tawaran menjadi navigator itupun diambilnya.
"Untung-untung bisa menambah pengalaman dan lebih banyak teman dalam pergaulan otomotif khususnya offroad," katanya.
Dari sikap Azarya Montong itu kelak akan tumbuh wanita-wanita lainnya yang bisa menjadi generasi pembalap untuk membawa harum nama Sulawesi Utara dikancah nasional bahkan internasional pada cabang olahraga otomotif.(Rego)
