Iven dragrace Kotamobagu cambuk bagi IMI Sulut
RSR Kotamobagu - Iven drag race yang terselenggara di Sirkuit Brawidjaya - Poyowa Kecil Kota Kotamobagu sejak Jumat hingga Minggu pekan lalu dianggap mengecewakan dunia otomotif, sehingga cambuk bagi Pengprov Sulawesi Utara Ikatan Motor Indonesia agar lebih selektif memberi rekomendasi.
Salah satu pemerhati otomotif Sulawesi Utara, yang menyaksikan jalannya lomba di Kota Kotamobagu mengaku kecewa dengan hasil yang ada.
"IMI Sulut harusnya jeli dalam memberikan rekomendasi bagi pihak penyelenggara (IO) otomotif khususnya iven dragrace oto moto di Kotamobagu," kata sumber kepada Racing Star Manado.
Mengingat kata Sumber, kegiatan otomotif salah satunya dragrace yang ada saat ini sudah lebih modern tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.
"Namun mengapa masih saja ada pihak peserta merasakan tidak puas dengan hasil lomba dengan berbagai keputusan sepihak yang dijalankan baik pimpinan lomba, juri dan panitia penyelenggara," kata sumber lagi.
Jika hal tersebut terus dibiarkan kata sumber, takutnya otomotif di Sulut makin pudar atau mati yang pesertanya makin trauma dengan yang sudah terjadi.
"Kalau toh dragrace di Kotamobagu tesebut hanya sebagai ajang pertarungan liar, apa IMI dan pihak penyelenggara puas meskipun ivennya sudah terselenggara," ujar sumber mempertanyakan.
Pastinya kan tidak senang bila dikatakan demikian. Untuk itulah kegiatan di Kotamobagu sebagai pelajaran terakhir untuk IMI Sulut dalam mengambil sikap bijak tanpa memberikan dispensasi kepada tim lain dari iven-iven otomotif yang sudah terselenggara.
"IMI Sulut sebagai organisasi tertinggi dibidang otomotif kiranya memberikan rasa nyaman bagi pembalap juga tim, sehingga berlangsungnya kegiatan semua pihak dapat menerima keadaan dengan lapang dada,"kata sumber.
Sumber mengatakan, iven dragrace oto moto di Kotamobagu ada beberapa kelas tidak diperlombakan atas berbagai alasan keamanan, sehingga telah merugikan peserta yang datang dari luar daerah.
Ironisnya, saat pengembalian uang pendaftaran untuk kelas yang tidak diikutsertakan dalam lomba kata sumber, malahan tidak dikembalikan utuh malahan di potong.
"Betul kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sehingga itulah yang dialami tim maupun pembalap yang merasakan kecewa, yang selama tiga hari menetap hanya untuk kejuaraan tersebut," katanya memberikan sebuah kata bijak.
Kalau boleh dikatakan menurut Sumber, semua iven yang dilaksanakan di Indonesia dengan waktu dan hari sama, hanya dragrace di Kota Kotamobagu dianggap tidak berhasil penyelenggaraannya.
Perlu dijelaskan disini kata sumber, panitia penyelenggara tidak hanya mau mengambil untungnya saja dan semuanya itu tentu ada resiko, sehingga tidak mengecewakan peserta lainnya.
Dan itulah yang harus di cermati oleh IMI Sulut, agar tidak serta merta memberikan rekomendasi bagi pihak penyelenggara tanpa melakukan survey terlebih dahulu tentang semua hal.
"Dengan demikian para pembalap akan semakin menjanjikan prestasinya," demikian sumber.
