Tiga Tahun Unsrat All Star Solid Jalin Silahturahmi Di Lapangan Hijau
Sulut (ksc) - Tiga tahun Universitas Sam Ratulangi All Star (UAS) sejak 2018 hadir dalam dunia sepak bola yang terdiri dari para mantan pemain era 90-an juga alumni kampus tersebut, makin solid dan terus bangun komunikasi serta menjalin silahturahmi di lapangan hijau.
Berbagai aktifitas serta kesibukan masing - masing menjadikan UAS tempat para mantan ini bernostalgia kembali di masa kejayaan era dimana sepak bola dalam tim Universitas Sam Ratulangi berjaya bahkan liga mahasiswa kala itu terus bergulir hingga banyak para pemain Unsrat di orbitkan untuk turun pada liga utama nasional.
"Tiga tahun 'Unsrat AllStar sebagai komunitas barisan para mantan pemain Timnas Unsrat Liga Mahasiswa Indonesia era'90 dan alumni mahaaiawa Unsrat pencinta sepak bola. pada 30 september 2018 - 30 Sept 2021, tidak sekedar silahturahmi tapi lebih kepada mendorong para mahasiswa - mahasiswa Unsrat untuk menggelorakan kembali kejayaan sepakbola tanpa mengabaikan dunia pendidikan," ujar salah satu pemrakarsa juga pemain UAS Edmon Kalesaran yang saat ini berprofesi dosen di Fisip Unsrat, sambil berharap agar semua sehat selalu, sukses serta makin kompak kedepannya ???????????????????????? .
Salah satu pemrakarsa UAS lainnya Ricko Pangemanan yang di era nya sudah malang melintang di berbagai club Sepak bola nasional mengatakan, UAS sebagai ajang silahturahmi membangun persahabatan yang sejak dulu terbina baik dilapangan maupun di luar lapangan.
"UNSRAT allstar ini terbentuk berdasarkan silaturahmi dan persaudaraan yang kuat semenjak bangku kuliah dengan tidak mengesampingkan prestasi telah di capai, bahkan pernah juara 3 nasional liga mahasiswa. Tapi pada intinya dengan persaudaraan dan silaturahmi ada aura positif bagi pribadi maupun keluarga dan pekerjaan," ujar Ricko Pangemanan Capten Kesebelasan UAS juga ASN Provinsi Sulut ini, dengan harapan semoga Unsrat selalu terjaga persaudaraannya.
Sementara Santy G Luntungan manager Unsrat yang saat ini berkiprah di dunia politik juga sebagai pebalap nasional Slalom mengatakan, 3 tahun UAS membuat persaudaran pencinta bola lulusan Unsrat menjadi lebih dekat.
"Tergabung dalam UAS kami menjadi lebih sehat dan menambah wawasan serta prospek pekerjaan, bahkan menjadi tempat sharing pengalaman dan kesempatan kerja sambil berolahraga," ujar SGL sapaan akrabnya, dengan harapan UAS tetap jadi tempat menjaga kesehatan dan bersilahturahmi tanpa memandang latar belakang dan menjunjung sportivitas serta mengedepankan profesionalisme.
Hesky Kolibu selaku Ketua UAS mengatakan, UAS sebagai ajang meluapkan keceriaan dari berbagai hiruk pikuknya pekerjaan yang di lakoni.
"Tidak terasa tiga warsa telah berlalu dalam keriangan dan kebersamaan. Naung dalam kecintaan, kegembiraan yang sama atas indahnya mengolah kulit bundar. Aliran peluh tidak terasa karena senyum, canda dan tawa terus terngiang dalam kebersamaan. Unsrat All Star adalah keluarga kecil kita yang mendatangkan manfaat besar. Tidak melihat dari mana dan siapa kita, tidak merasa besar dan kecil kita, namun satu hal kita semua sama merasa bahwa kita adalah insan yang memiliki cinta dan suka yang sama yakni SEPAK BOLA. Dies Natalis UAS yang ke-3. Sehat dan bahagia untuk kita semua????????????ujar mner Heski Kolibu puitis dalam pesannya.
Meldy Donny striker andalan UAS mengatakan, selama bergabung dengan UAS banyak pengalaman dan ini sebuah keterpanggilan.
"3 tahun tergabung dengan tim UAS adalah pengalaman yang luar biasa unik, karena tim terbentuk dan terbangun atas dasar 'keterpanggilan' dari para mantan mahasiswa UNSRAT yg notabene adalah pelaku juga penggiat Sepakbola UNSRAT bahkan sepakbola SULUT umumnya, pada masa kuliah bahkan ingin 'eksis' serta membawa nama Civitas Akademika!. Harapannya, semoga kedepan UAS akan lebih kompak dan para pemain lebih terbangun lagi 'sense of belonging' nya untuk tim ini. Dan terpenting adalah orientasi awalnya jangan pernah bergeser, yaitu reuni mini 'para mantan' dan cari suar," ujar Donny salah satu pegawai di lembaga hukum.
Sementara pelatih tim UAS Ronny Soputan mengatakan, bangga melatih untuk tim UAS, karena memiliki rasa persaudaraan dan solidaritas tinggi.
"Awalnya ditunjuk sebagai pelatih di tim UAS adalah kebanggaan. Saya sangat mengenal karakter masing- masing pemain, karena memang saya pernah melatih sejumlah pemain UAS baik di club, Unsrat bahkan liga. Dari sinilah kita tidak sekedar mencari kemenangan walaupun itu penting, namun yang utama adalah kebersamaan dan memang dalam tim ini sudah sangat pengalaman. Stamina memang sudah tak seperti dulu, tapi teknik dan pengolaan bola serta penguasaan bola masih mumpuni," ujar Ronny Soputan dengan harapan UAS terus menjaga kerukunan serta menjadi contoh bagi tim-tim lain tentan sportifitas.
Sejumlah pemain lainnya memiliki harapan sama agar UAS makin kompak dan solid dalam membangun kebersamaan. So jayalah Universitas SAM Ratulangi bravo 3 tahun UAS.
Tim UAS selama tiga tahun sudah melakukan tour di berbagai daerah di Sulawesi Utara bahkan telah menjalani tour pulau jawa.(MRT)




